Barisan dan Deret
Modul Matematika Umum Kelas XI · KD 3.6
Suatu koloni bakteri membelah menjadi dua setiap lima menit. Mula-mula ada 90 bakteri. Berapa jumlah bakteri setelah setengah jam? Geser waktunya dan lihat sendiri!
Masalah ini dijawab dengan konsep barisan dan deret. Ikuti lima kegiatan belajar di bawah ini.
| Barisan bilangan | Unsur | Deret (jumlah n suku pertama) |
|---|---|---|
| Aritmetika | suku awal a, beda b, suku ke-n | Deret aritmetika |
| Geometri | suku awal a, rasio r, suku ke-n | Deret geometri |
Kegiatan 1: Pola Bilangan, Barisan dan Deret
- Memahami pola bilangan, barisan dan deret
- Menentukan pola dan suku ke-n suatu barisan
- Menentukan n suku pertama barisan dan deret jika rumus suku ke-n diketahui
Pengertian barisan bilangan
Barisan bilangan adalah urutan bilangan dengan aturan tertentu. Tiap bilangan disebut suku (U): suku pertama U1 atau a, suku kedua U2, dan seterusnya sampai Un dengan n bilangan asli.
Lihat jawaban
a sampai e punya aturan, jadi barisan. f dan g tidak punya aturan.Pola bilangan suku ke-n
Contoh 2. Tiga suku pertama jika Un = 3n² − 2.
Lihat pembahasan
U1 = 3−2 = 1; U2 = 12−2 = 10; U3 = 27−2 = 25. Jadi 1, 10, 25.Lihat pembahasan
a) Tiap suku bertambah 2: Un = 2n + 2. b) Barisan kuadrat bilangan ganjil: Un = (2n − 1)².Lihat pembahasan
½, ¼, 1/8, 1/16. U5 = 1/32 dan U7 = 1/128.Lihat pembahasan
a) 3n = 27 = 3³, jadi n = 3. b) n² = 16, n = ±4. Karena n bilangan asli, n = 4.Pengertian deret
Deret adalah jumlah seluruh suku dalam barisan, dilambangkan Sn. Contoh: 1+2+3+4+5+…, 1+3+5+7+…, 2+4+6+8+…
Lihat pembahasan
S2 = 1+3 = 4. S5 = 1+3+5+7+9 = 25.Ayo berlatih
1. Jika Un = 5 − 2n², selisih suku ketiga dan kelima adalah …
U3 − U5 = (5−18) − (5−50) = −13 + 45 = 32. Jadi jawabannya A.2. Barisan 1, 4, 7, 10, … memenuhi Un = an + b. Suku ke-10 adalah …
Dari a + b = 1 dan 2a + b = 4 diperoleh a = 3, b = −2. Un = 3n − 2, U10 = 28.Kegiatan 2: Barisan dan Deret Aritmetika
- Memahami barisan dan deret aritmetika
- Menentukan suku ke-n
- Menentukan jumlah n suku pertama
Barisan aritmetika
Selisih dua suku berurutan selalu sama. Selisih itu disebut beda (b). Contoh: 3, 8, 13, 18 (b = 5); 10, 7, 4, 1 (b = −3); 25, 15, 5, −5 (b = −10).
Un = a + (n − 1)ba = suku pertama, b = beda, Un = suku ke-n
Lihat pembahasan
a = 2, b = 4. U14 = 2 + 13·4 = 54.Lihat pembahasan
Eliminasi: (a+5b) − (a+b) = 19 − 7, jadi 4b = 12, b = 3. Lalu a + 3 = 7, a = 4. U41 = 4 + 40·3 = 124.Lihat pembahasan
b = 3. U10 = 4 + 9·3 = 31. Un = 4 + (n−1)3 = 3n + 1.Lihat pembahasan
2b = 6, b = 3; a + 21 = 24, a = 3. U12 = 3 + 11·3 = 36. Enam suku pertama: 3, 6, 9, 12, 15, 18.Lihat pembahasan
a = 400, b = 25. U5 = 400 + 4·25 = 500 stel jas.Deret aritmetika
Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku barisan aritmetika: Sn = U1 + U2 + … + Un. Menjumlahkan deret itu sendiri dengan urutan dibalik menghasilkan n pasangan yang masing-masing berjumlah (a + Un), sehingga 2Sn = n(a + Un).
Sn = 12 n (2a + (n − 1)b)
Un = Sn − Sn−1
Lihat pembahasan
a = 3, b = 4. S20 = 10(6 + 19·4) = 10·82 = 820.Lihat pembahasan
8b = −16, b = −2; a + 3(−2) = −12, a = −6. S15 = ½·15·(−12 + 14(−2)) = ½·15·(−40) = −300.Lihat pembahasan
U12 = S12 − S11 = 150 − 100 = 50.Lihat pembahasan
a = 4, b = 6. Sn = ½n(8 + 6n − 6) = 3n² + n.Lihat pembahasan
Deret 11 + 13 + … + 199: a = 11, b = 2, Un = 199 sehingga n = 95. S95 = ½·95·(11 + 199) = 9975.Ayo berlatih
1. Hasil dari 5 + 7 + 9 + 11 + … + 41 adalah …
a = 5, b = 2, Un = 41 sehingga n = 19. S19 = 19/2 · (5 + 41) = 437.2. Suku ke-4 suatu barisan aritmetika adalah 20 dan jumlah 5 suku pertamanya 80. Jumlah sebelas suku pertamanya adalah …
a + 3b = 20 dan a + 2b = 16 sehingga b = 4, a = 8. S11 = 11/2 · (16 + 40) = 308.Kegiatan 3: Barisan dan Deret Geometri
- Memahami barisan dan deret geometri
- Menentukan suku ke-n
- Menentukan jumlah n suku pertama
Barisan geometri
Hasil bagi dua suku berurutan selalu sama, disebut rasio (r). Contoh: 3, 6, 12 (r = 2); 1000, 100, 10 (r = 1/10); 1, 3, 9 (r = 3); 1, ½, ¼ (r = ½).
Un = a · rn−1
Lihat pembahasan
a = 3, r = 2. U10 = 3·29 = 1536.Lihat pembahasan
U7/U3 = r⁴ = 9/144 = 1/16, jadi r = ½. Dari ar² = 144 diperoleh a = 576. U6 = 576·(½)⁵ = 576/32 = 18.Deret geometri
Dari Sn = a + ar + … + arn−1, kurangkan rSn sehingga Sn(1 − r) = a(1 − rn).
Sn = a(rn − 1)r − 1 untuk r > 1
Lihat pembahasan
S10 = 3(2¹⁰ − 1)/(2 − 1) = 3·1023 = 3069.Lihat pembahasan
r = 3. U8 = 3⁷ = 2187. S8 = (3⁸ − 1)/2 = 3280.Lihat pembahasan
2110 = 320((3/2)n − 1), maka (3/2)n = 243/32 = (3/2)⁵. Jadi n = 5.Lihat pembahasan
Barisan 500, 400, 320, … dengan r = 4/5. U5 = 500(4/5)⁴ = 204,8 ≈ 205 roti. S5 = 500(1 − (4/5)⁵)/(1/5) ≈ 1681 roti.Catatan: tiga angka di modul asli berbeda dengan hitungan di sini: U6 pada Contoh 2 (576/32 = 18, di modul tertulis 8), S10 = 3 × 1023 = 3069, dan U8 = 3⁷ = 2187. Angka di sini sudah dihitung ulang.
Ayo berlatih
1. Deret geometri dengan suku pertama 6 dan suku keempat 48. Jumlah enam suku pertamanya adalah …
6r³ = 48 sehingga r = 2. S6 = 6(2⁶ − 1) = 6·63 = 378.2. U3 = 3 dan U6 = 81. Suku ke-8 adalah …
r³ = 27, r = 3. a·9 = 3 sehingga a = 1/3. U8 = (1/3)·3⁷ = 729.Kegiatan 4: Deret Geometri Tak Hingga
- Memahami deret geometri tak hingga
- Memahami penerapannya
Deret geometri dengan banyak suku tak berhingga. Jika |r| > 1 jumlahnya tidak dapat dihitung (divergen). Jika −1 < r < 1 dan r ≠ 0, suku-sukunya makin mendekati nol sehingga jumlahnya ada (konvergen).
Lihat pembahasan
a) a = 1, r = ½: S∞ = 1/(½) = 2. b) a = 1000, r = 1/10: S∞ = 1000/(9/10) ≈ 1111,11.Lihat pembahasan
20 = 10/(1 − r) sehingga r = ½. S6 = 10(1 − 1/64)/(½) = 315/16 = 19 11/16.Penerapan: bola memantul
Lintasan naik dan turun masing-masing membentuk deret tak hingga S∞.
Bola dijatuhkan: PL = 2 · a1 − r − a(lintasan naik pertama dihilangkan)
Lihat pembahasan
PL = 2·(6/(½)) = 24 m.Lihat pembahasan
PL = 2·5/(2/5) − 5 = 25 − 5 = 20 m.Ayo berlatih
1. Jumlah tak hingga deret 18 + 6 + 2 + 2/3 + … adalah …
a = 18, r = 1/3. S∞ = 18/(2/3) = 27.2. Bola dijatuhkan dari 5 m dan memantul 3/4 tinggi semula. Panjang lintasan sampai berhenti adalah … m
Turun: 5/(1/4) = 20. Naik: (15/4)/(1/4) = 15. Total 35 m.Kegiatan 5: Aplikasi Barisan dan Deret
- Memahami aplikasi barisan dan deret
- Menyelesaikan masalah pertumbuhan, peluruhan, bunga, dan anuitas
| Aritmetika | Geometri | |
|---|---|---|
| Pertumbuhan (bakteri, penduduk) | Mn = Mo(1 + in) atau Mo + bn | Mn = Mo(1 + i)n atau Mo·rn (r > 1) |
| Peluruhan (nilai mobil, populasi hewan) | Mn = Mo(1 − in) atau Mo − bn | Mn = Mo(1 − i)n atau Mo·rn (r < 1) |
| Bunga | Bunga tunggal: Mn = Mo(1 + in) | Bunga majemuk: Mn = Mo(1 + i)n |
Mn = nilai setelah n periode, Mo = nilai awal, i = persentase, b = beda, r = rasio.
Lihat pembahasan
n = 6. Mn = 3.000.000 + 200.000·6 = Rp4.200.000.Lihat pembahasan
M6 = 90·2⁶ = 5760 bakteri.Lihat pembahasan
M5 = 200.000.000·(0,8)⁵ = Rp65.536.000.Lihat pembahasan
M6 = 4.000.000(1 + 0,02·6) = Rp4.480.000.Lihat pembahasan
1,331 = (1 + i)³ = 1,1³, jadi i = 0,1 = 10%.Anuitas
Anuitas adalah pembayaran sama besar pada tiap akhir periode untuk melunasi pinjaman. Anuitas = bunga atas hutang + angsuran hutang. Contoh: KPR, kredit motor dan mobil (anuitas pasti). Santunan asuransi kecelakaan adalah anuitas tidak pasti.
Angsuran ke-n: An = (1 + b)n−1(A − bM)
Bunga ke-n: Bn = A − An
Sisa hutang: Mn = (1 + b)n(M − A/b) + A/b
Lihat pembahasan
Angsuran = 1,05²(4.000.000 − 1.000.000) = Rp3.307.500. Bunga = 4.000.000 − 3.307.500 = Rp692.500. Sisa hutang = 1,05³(20.000.000 − 80.000.000) + 80.000.000 = Rp10.542.500.Ayo berlatih
1. Penduduk 3 juta bertambah 0,1% per bulan secara geometri. Setelah 3 bulan sekitar … orang
3.000.000·(1,001)³ = 3.000.000·1,003003 ≈ 3.009.009.2. Bunga tunggal 3% per triwulan. Tabungan Rp8.000.000 menjadi Rp10.400.000 setelah …
10.400.000 = 8.000.000(1 + 0,03n) sehingga n = 10 triwulan = 30 bulan = 2,5 tahun.Evaluasi
Jawab soal berikut, lalu cek nilai tingkat penguasaanmu.
1. Mobil seharga Rp80.000.000, nilai jualnya menjadi ¾ dari harga sebelumnya tiap tahun. Nilai jual setelah 3 tahun?
80.000.000·(3/4)³ = 80.000.000·27/64 = 33.750.000.2. Bola jatuh dari 10 m dan memantul ¾ kali tinggi sebelumnya sampai berhenti. Jumlah seluruh lintasan?
PL = 2·10/(1/4) − 10 = 80 − 10 = 70 m.Skor kuis kamu: 0 / 0 benar.
| Tingkat penguasaan | Kriteria |
|---|---|
| 90% – 100% | baik sekali |
| 80% – 89% | baik |
| 70% – 79% | cukup |
| < 70% | kurang: ulangi pembelajaran |
Rumus: tingkat penguasaan = jumlah skor ÷ jumlah skor total × 100%.
0 Comments